Sabtu, 12 Mei 2012

contoh tulisan 'mimpi sang garuda'

Mimpi Sang Garuda Penulis : Benny Rhamdani Penerbit : DAR! Mizan Desain Sampul : Mendiola Design Associates Ukuran : 19,5 cm Tebal : 128 halaman Kategori : Fiksi/Novel Anak Terbit : Maret 2009 Novel anak ini bercerita tentang mimpi meraih cita-cita. Cita-cita menjadi pemain sepakbola. Dengan kepiawaiannya sebagai penulis cerita anak dan peraih Adikarya Ikapi 2007, Benny Rhamdani sang penulis, menceritakan mimpi Bayu, tokoh utama dalam novel ini, dengan gaya bahasa yang lugas, riang khas anak-anak, mudah dipahami dan pesan moral yang disampaikan tidak terkesan menggurui. Novel yang merupakan buku pertama dari Trilogi Garuda di Dadaku ini juga merupakan novel prekuel dari Film Garuda di Dadaku yang akan diluncurkan pada Juni 2008. Selain itu, tema yang diambil novel anak ini berbeda dari cerita anak yang banyak beredar, yaitu berlatar belakang sepakbola, olah raga yang sangat populer di dunia. Diceritakan bagaimana Bayu, sangat menyukai sepakbola sebagaimana bapaknya, Bang Ali yang pernah menjadi pemain sepakbola nasional. Tiada hari tanpa bermain bola, begitulah keseharian Bayu yang mendapat nama julukan Garuda. Bahkan akibat kegemarannya bermain sepakbola, Bayu mendapat hadiah sepatu sepakbola keren idaman hatinya, karena berhasil menggagalkan pencurian di rumah Dokter Darman, tetangga rumahnya. Tapi sayang, sepakbola ternyata olah raga yang dibenci Pak Usman, kakek Bayu. Kakek Usman, yang di masa pensiunnya memutuskan untuk tinggal bersama keluarga anaknya di Jakarta, lebih senang Bayu menjadi pegawai (kalau bisa pegawai Pertamina seperti Kakek Usman), karena menjadi pegawai bisa "sugih" (kaya,red) ketimbang menjadi pemain sepakbola yang nasibnya bisa berakhir morat marit kalau sudah tidak terpakai lagi, seperti nasib Bapak Bayu, Bang Ali, yang terpaksa menjadi sopir taksi setelah menderita cedera paha yang berkepanjangan. Rasanya kurang lengkap suatu cerita tanpa konflik. Konflik serupa yang dialami bapaknya pun menimpa Bayu. Ia terpaksa main kucing-kucingan dengan kakek, jika ingin bermain sepakbola. Puncak konflik terjadi ketika Bayu kehilangan sepatu bola kesayangannya. Tidak hanya bercerita tentang sepakbola, novel ini juga menyelipkan kisah persahabatan Bayu dengan beberapa temannya. Persahabatan yang indah meski banyak perbedaan yang tak jarang menimbulkan pertengkaran. Tak kalah menarik adalah cerita tentang kehilangan orang yang disayangi. Lewat tokoh Ibu Bayu, diceritakan bagaimana tegarnya menghadapi rasa kehilangan itu. Meski berat, tetap harus sabar dan ikhlas. Tak usah terlalu menampakkan kesedihan, karena itu menunjukkan betapa lemahnya hati kita.(hal.115) Bagi pecinta buku anak, novel Mimpi Sang Garuda ini layak dimiliki dan bagi calon penulis bacaan anak, novel ini bisa menjadi buku pelajaran untuk menulis cerita anak yang menarik.

pronouns , gerund

Personal pronouns adalah kata ganti untuk orang, binatang, tempat, atau sesuatu benda. Dalam kalimat, personal pronouns dapat digunakan sebagai subjek (the subject of a verb) maupun objek (the object of a verb). Subject Pronouns Personal pronouns yang digunakan sebagai subjek kata kerja adalah I, you, he, she, it, we, dan they. Perhatikan contoh kalimat berikut ini: - Lisa likes cats. She has four cats. Pada kalimat pertama, Lisa (proper noun) adalah subjek kalimat atau subjek kata kerja likes. Sedangkan pada kalimat kedua, she adalah subjek kalimat dan sebagai kata ganti untuk Lisa. Beberapa contoh personal pronouns sebagai subjek: - My name is Michael. I am fourteen. - My father works hard. He works in a factory. - My sister is older than me. She is twelve. - Our dog is very naughty. It likes to chase cats. - Bob, you are a bad boy! - David and I are playing football. We like sports. - Jim and Jeff are my brothers. They are older than I am. Object Pronouns Personal pronouns yang digunakan sebagai objek kata kerja adalah me, you, him, her, it, us dan them. Perhatikan contoh kalimat berikut ini: - Lisa likes cats. She likes to stroke them. Pada kalimat pertama, cats adalah objek kalimat atau objek kata kerja likes. Sedangkan pada kalimat kedua, them adalah objek kalimat dan sebagai kata ganti untuk cats. Beberapa contoh personal pronouns sebagai objek: - I’m doing my homework. Dad is helping me. - Goodbye, children! I’ll call you later. - Where is John? I need to speak to him. - Miss Garcia is very nice. All the children like her. - The car is very dirty. Mom is cleaning it. - Uncle Harry called Mary to ask her a question. - My chocolates are all gone. Someone has eaten them. Dalam tata bahasa Inggris, pembicara atau orang yang berbicara disebut dengan orang pertama (first person), sedangkan yang diajak berbicara adalah orang kedua (second person), dan orang yang dibicarakan disebut sebagai orang ketiga (third person). Berikut ini adalah tabel kata ganti untuk orang pertama, kedua, dan ketiga. subject object first person singular I me second person singular you you third person singular he him she her it it first person plural we us second person plural you you third person plural they them Catatan Dalam kalimat, personal pronouns dapat digabungkan dengan nouns. Yang digabungkan adalah orang pertama dan kedua yang berbentuk plural. - We students are demanding that the administration give us two hours for lunch. - The administration has managed to put us students in a bad situation. Dan juga personal pronouns dan nouns yang sama-sama berkedudukan sebagai orang kedua. - You students are demanding too much. - We expect you students to behave like adults. gerund Gerund adalah kata benda yang berasal dari kata kerja ditambah –ing, misalnya swimming, eating, fishing, shopping, dancing, dan singing. Bila diperhatikan, gerund mempunyai bentuk yang sama dengan present participle, bedanya gerund berfungsi sebagai kata benda, sedangkan present participle sebagai kata sifat yang menerangkan kata benda. Dalam kalimat, gerund berfungsi sebagai: a. subjek (subject) b. pelengkap subjek (subjective complement) c. objek langsung (direct object) d. objek preposisi (object of preposition) e. aposisi (appositive) Subject Gerund sebagai subjek pokok kalimat, contoh: - Swimming is good service. - Your singing is very beautiful. - Studying needs time and patience. - Playing tennis is fun. - Reading English is easier than speaking it. Subjective Complement Gerund sebagai pelengkap subjek dalam kalimat biasanya selalu didahului to be yang terletak di antara subject dan subjective complement, contoh: - My favorite sport is running. - My favorite activity is reading. Direct Object Gerund sebagai objek langsung dalam kalimat, contoh: - I enjoy dancing. - She likes dancing. - Thank you for your coming. - I hate arguing. Object of Preposition Gerund sebagai objek preposisi yang terletak setelah preposisi. Preposisi yang sering dipakai adalah of, on, no, with, without, at for, after, before, because of, to, like, about, for, by, in. Contoh: - He is tired of gambling. - I am fond of eating bakso. - He insisted on seeing her. - I have no objection to hearing your story. - You will not be clever without studying. - They are good at telling funny stories. - In sleeping I met you in the park. Appositive Gerund sebagai aposisi atau penegas dalam kalimat, contoh: - My hobby, fishing, is interesting. - I do not like quarrelling, a useless job. My hobby is fishing dan fishing is interesting diletakkan bersebelahan dalam sebuah kalimat sebagai appositive (fishing adalah aposisi dari my hobby), begitu juga contoh kalimat dibawahnya.

tenses , pasif aktif

SIMPLE PRESENT TENSE Sesuatu yang terjadi terus menerus, selalu atau biasa terjadi 1. Pola Kalimat Kalimat Berkata Kerja (+) Subject+Verb 1 (s/es)+Object (-) Subject+do/does not+V1 (?) Do/does+Subject+V1 Kalimat Tidak Berkata Kerja (+) Subject+to be+noun, adjective, adverb (-) Subject+to be+not+noun, adjective, adverb (?) To be+Subject+noun, adjective, adverb Contoh Kalimat I work in the office He catches a bird We are happy everytime Kegunaan Simple present tense melukiskan: Kejadian, kegiatan, atau peristiwa yang berulang atau kebiasaan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang. Penggunaan tenses ini biasanya dilengkapi dengan adverb of frequency : always, often, usually, never, seldom, sometime, generally, normally, occasionally, hardly, rarely. Tense ini biasa dilengkapi dengan adverb of time: every day, every week, every morning, once a week, twice a day, three times a year, weekly, monthly. Menyatakan kebenaran umum. Menyatakan agenda harian, mingguan, tahunan. Kenyataan sekarang. Perintah atau suruhan. 2. PRESENT CONTINUOUS TENSE Sesuatu yang terjadi atau berlangsung pada saat dibicarakan 1. Pola Kalimat (+) Subject+to be (is/am/are)+V-ing+object, adjective, adverb (-) Subject+to be+not+V-ing+object, adjective, adverb (?) To be+subject+V-ing+object, adjective, adverb Contoh Kalimat a, She is singing at the zoo b. I am studying English Kegunaan a. Menunjukkan suatu kejadian, kegiatan, atau peristiwa yang sedang berlangsung ketika si penutur sedang berbicara. Tense ini biasanya diiringi adverb of time: now, at present, at this moment, right now. b. Pengulangan suatu tindakan yang sama. c. Tindakan yang akan segera dilakukan terutama menyangkut kata kerja gerak: go, come, do, walk, swim, run 3. PRESENT PERFECT TENSE Sesuatu yang terjadi pada waktu lampau dan masih ada hubungannya dengan sekarang. Akibat-akibat kejadian itu masih terasa atau masih ada sisa-sisa bekas kejadian yang belum lama terjadi 1. Pola Kalimat (+) Subject+have/has+been/Verb-3+object, adjective, adverb (-) Subject+have/has+not+been/V-3+object, adjective, adverb (?) Have/has+Subject+V-3+object, adjective, adverb 2. Contoh Kalimat a. I have painted this house b. She has eaten some food in dining room Kegunaan a. Sesuatu yang telah sempurna dilakukan pada saat diucapkan atau kejadian yang baru saja terjadi dan akibatnya masih dapat dirasakan sampai sekarang. Kata keterangan yang sering disisipkan di antaranya: just, already, once, yet, not yet, since b. Menyatakan sesuatu pengalaman c. Menyatakan sesuatu yang telah dimulai dari titik waktu atau selama waktu tertentu dan masih berlanjut hingga sekarang. Biasanya ada keterangan since dan for PRESENT PERFECT CONTINUOUS TENSE Sesuatu kejadian yang telah terjadi dan mulai dari masa lampau dan masih berlangsung sampai saat ini 1. Pola Kalimat (+) Subject+have/has+been+Verb-ing+object, adjective, adverb (-) Subject+have/has+not+been+V-ing+object, adjective, adverb (?) Have/has+been+Subject+V-ing+object, adjective, adverb 2. Contoh Kalimat a. They have been sleeping since ten until now. b. She has been working in the workshop Kegunaan a. Untuk menyatakan suatu kejadian yang masih berlangsung sampai saat ini (berawal dari satu titik waktu di masa lampau dan berlanjut terus hingga sekarang). Biasanya disisipi keterangan since, for, since…until. b. Untuk menyatakan suatu peristiwa yang belum lama terjadi SIMPLE PAST TENSE Situasi atau satu kejadian yang terjadi pada titik waktu di masa lampau 1. Pola Kalimat (+) Subject+Verb-2+ object, adjective, adverb (-) Subject+did not+V-1+object, adjective, adverb (?) Did+Subject+Verb-1+object, adjective, adverb 2. Contoh Kalimat 1. We stopped the bus at the bus stop yesterday 2. She wrote letter all day yesterday Kegunaan Menunjukan suatu kegiatan yang dilakukan pada waktu tertetu di masa lampau. Tense ini biasanya diiringi kata keterangan waktu: yesterday, last week, last month, a week ago. Untuk menyatakan peristiwa yang hanya terjadi satu kali di masa lampau Menyatakan suatu kejadian yang dilakukan berulang-ulang di masa lampau PAST CONTINUOUS TENSE Situasi yang sedang terjadi pada waktu lampau 1. Pola Kalimat (+) Subject+be (was/were)+V-ing+object, adjective, adverb (-) Subject+was/were+not+V-ing+object, adjective, adverb (?) Was/were+Subject+V-ing+object, adjective, adverb Kegunaan a. Menunjukkan kegiatan, kejadian yang sedang berlangsung di masa lampau ketika suatu kejadian, kegiatan, atau peristiwa lain terjadi b. Untuk menunjukkan kejadian yang sedang terjadi di masa lampau 7. PAST PERFECT TENSE Sesuatu yang sudah terjadi, sebelum kejadian lain terjadi pada waktu lampau 1. Pola Kalimat (+) Subject+had+been/V-3+object, adjective, adverb (-) Subject+had+not+been/V-3+object, adjective, adverb (?) Had+subject+V-3+object, adjective, adverb Kegunaan a. Menunjukkan suatu kegiatan yang sudah dituntaskan di masa lampau sebelum suatu kegiatan lain terjadi b. Menunjukkan suatu kegiatan yang telah selesai dalam waktu tertentu di masa yang telah lalu 8. PAST PERFECT CONTINUOUS TENSE Suatu kejadian yang sangat lama, dan masih ada hubungannya dengan saat tertentu pada waktu lampau 1. Pola Kalimat (+) Subject+had+been+V-ing+object, adjective, adverb (-) Subject+had+not+been+V-ing+object, adjective, adverb (?) Had+subject+V-ing+object, adjective, adverb 2. Kegunaan a. Menunjukkan suatu peristiwa yang masih berlangsung atau terjadi dalam satu jangka waktu tertentu di masa lampau b. Membicarakan sesuatu yang kejadiannya berlangsung sangat lama, dan masih ada hubungannya dengan satu tertentu di masa lampau c. Membicarakan lama berlangsungnya dari suatu kejadian sebelum suatu kejadian yang lain terjadi di masa lampau 9. SIMPLE FUTURE TENSE Suatu kegiatan yang akan dilakukan atau peristiwa yang mungkin atau akan terjadi 1. Pola Kalimat (+) Subject+will/shall+be/Verb-1+object, adjective, adverb (-) Subject+will/shall+not+be/Verb-1+object, adjective, adverb (?) Will/shall+Subject+be/V-1+object, adjective, adverb 2. Kegunaan a. Menunjukkan suatu kegiatan yang akan terjadi atau mungkin akan dilakukan di masa yang akan datang b. Membicarakan sesuatu yang akan dilakukan pada saat berbicara c. Menawarkan sesuatu d. Menjanjikan sesuatu e. Menyetujui atau menolak sesuatu f. Meminta seseorang untuk melakukan sesuatu 10. FUTURE CONTINUOUS TENSE Suatu kejadian yang sedang berlangsung pada titik waktu tertentu di masa yang akan datang 1. Pola Kalimat (+) Subject+will/shall+be+Verb-ing+object, adjective, adverb (-) Subject+will/shall+not+be+Verb-1+object, adjective, adverb (?) Will/shall+Subject+be+V-1+object, adjective, adverb 2. Kegunaan Digunakan untuk menyatakan suatu peristiwa yang sedang berlangsug atau terjadi pada titik waktu tertentu di masa depan. This time next week I will be shopping in Malaysia By two o’clock next Sunday I will be playing golf 11. FUTURE PERFECT TENSE Suatu kejadian yang diperkirakan tuntas di masa yang akan dating 1. Pola Kalimat (+) Subject+will/shall+have+V-3+object, adjective, adverb (-) Subject+will/shall+not+have+Verb-3+object, adjective, adverb (?) Will/shall+Subject+have+V-3+object, adjective, adverb 2. Kegunaan Untuk menyatakan suatu peristiwa yang direncanakan telah tuntas atau dituntaskan di masa yang akan datang. Kata keterangan yang digunakan misalnya: by then, by that time, in five hours, in six years The Congress will have been over by two o’clock tomorrow By the end of this month we shall have arrived I London 12. FUTURE PERFECT CONTINUOUS TENSE Suatu kejadian yang diperkirakan masih berlangsung di masa yang akan datang 1. Pola Kalimat (+) Subject+will/shall+have+been+V-ing+object, adjective, adverb (-) Subject+will/shall+not+have+been+Verb-ing+object, adj, adverb (?) Will/shall+Subject+have+been+V-ing+object, adjective, adverb 2. Kegunaan Digunakan untuk menyatakan suatu kajadian atau peristiwa yang masih berlangsung dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang 13. PAST FUTURE TENSE 1. Pola Kalimat (+) Subject+should/would+Verb-1 (-) Subject+should/would+not+V-1 (?) Would/should+Subject+V-1 2. Contoh Kalimat I would buy a new house You would get wet If I were you, I wouldn’t do that 14. PAST FUTURE CONTINUOUS TENSE 1. Pola Kalimat (+) Subject+should/would+be+Verb-ing (-) Subject+should/would+not+V-1 (?) Would/should+Subject+V-1 2. Contoh Kalimat I would be playing football 15. PAST FUTURE PERFECT TENSE 1. Pola Kalimat (+) Subject+should/would+have+Verb-3 (-) Subject+should/would+not+V-1 (?) Would/should+Subject+V-1 2. Contoh Kalimat If I had worked harder I would have passed the exam If I hadn’t helped you, you would have failed 16. PAST FUTURE CONTINUOUS TENSE 1. Pola Kalimat (+) Subject+should/would+have+been+Verb-ing (-) Subject+should/would+not+V-1 (?) Would/should+Subject+V-1 2. Contoh Kalimat I would have been learning English pasif aktif POLA KALIMAT PASIF 1. Simple Present Tense Aktif S + V1 + O Pasif S + is/am/are + V3 + …. Contoh : A : He writes the letter carefully. P : The letter is written carefully. A : He writes the letters carefully. P : The letters are written carefully. 2. Simple Past Tense Aktif S + V2 + O Pasif S + was/were + V3 + …. Contoh : A : He wrote the letter carefully. P : The letter was written carefully. A : He wrote the letters carefully. P : The letters were written carefully. 3. Present Continuous Tense Aktif S + is/am/are + V-ing + O Pasif S + is/am/are + being + V3 + … Contoh : A : He is writing the letter carefully. P : The letter is being written carefully. A : He is writing the letters carefully. P : The letters are being written carefully. 4. Past Continuous Tense Aktif S + was/were + V-ing + O Pasif S + was/were + being + V3 + … Contoh : A : He was writing the letter carefully. P : The letter was being written carefully. A: He was writing the letter carefully P: The letter Were being written carefully 5. Present Perfect Tense Aktif S + has/have + V3 + O Pasif S + has/have + been + V3 + … Contoh : A : He has written the letter carefully. P : The letter has been written carefully. A : He has written the letters carefully. P : The letters have been written carefully. 6. Past Perfect Tense Aktif S + had + V3 + O Pasif S + had + been + V3 + … Contoh : A : He had written the letter carefully. P : The letter had been written carefully. A : He had written the letters carefully. P : The letters had been written carefully. 7. Present Perfect Continuous Tense Aktif S + has/have + been + V-ing + O Pasif S + has/have + been + being + V3 + … Contoh : A : He has been writing the letter carefully. P : The letter has been being written carefully. A : He has been writing the letters carefully. P : The letters have been being written carefully. 8. Past Perfect Continuous Tense Aktif S + had + been + V-ing + O Pasif S + had + been + being + V3 + … Contoh : A : He had been writing the letter carefully. P : The letter had been being written carefully. A : He had been writing the letters carefully. P : The letters had been being written carefully. 9. Simple Future Tense Aktif S + will/shall +V1 + O Pasif S + will/shall + be + V3 + … Contoh : A : I will write the letter carefully. P : The letter will be written carefully. A : I will write the letters carefully. P : The letters will be written carefully. 10. Past Future Tense Aktif S + would/should +V1 + O Pasif S + would/should + be + V3 + … Contoh : A : I would write the letter carefully. P : The letter would be written carefully. A : I would write the letters carefully. P : The letters would be written carefully. 11. Future Perfect Tense Aktif S + will/shall + have + V3 + O Pasif S + will/shall + have + been + V3 + … Contoh : A : We will have write the letter carefully. P : The letter will have been written carefully. A : We will have write the letters carefully. P : The letters will been written carefully.

Senin, 02 April 2012

kalimat aktif dan pasif

Kalimat aktif :
1. Active : He meets them everyday.
2. Active : She waters this plant every two days.
3. Active : He met them yesterday
4. Active : She watered this plant this morning
5. Active : He had met them before I came.
6. Active : She had watered this plant for 5 minutes when I got here
7. Active : He will meet them tomorrow.
8. Active : She will water this plant this afternoon.
9. Active : The farmers are going to harvest the crops next week
10. Active : He will have met them before I get there tomorrow.
Kalimat Pasif :
1. Passive : They are met by him everyday.
2. Passive : This plant is watered by her every two days.
3. Passive : They were met by him yesterday
4. Passive : This plant was watered by her this morning
5. Passive : They had been met by him before I came.
6. Passive : This plant had been watered by her for 5 minutes when I got here
7. Passive : They will be met by him tomorrow.
8. Passive : This plant will be watered by her this afternoon.
9. Passive : The crops are going to be harvested by the farmers next week.
10. Passive : They will have been met by him before I get there tomorrow.

Selasa, 13 Maret 2012

Sentences

Conditional (Kalimat Pengandaian) menjelaskan bahwa sebuah kegiatan bertentangan dengan kegiatan yang lain. Conditional yang paling umum adalah Real Conditonal dan Unreal Conditonal, kadang-kadang disebut juga if-clauses.

Beberapa Tipe Conditional Sentences…

1)Zero Conditional
Digunakan untuk mengekspresikan kebenaran umum. Tense yang digunakan biasanya Present Simple Tense
contoh : (1) If you heat water to 100 degrees Celsius, it boils.

2) Real Conditional (sering juga disebut juga dengan Conditional Tipe I) yang menggambarkan tentang mengandai-andai sesuai dengan fakta masa sekarang atau masa yang akan datang dan pengandaian ini bisa saja terjadi. Klausa “if” biasanya dalam bentuk Present Simple Tense.
contoh : (2) If I see you tomorrow, I will buy you a drink

3) Unreal Conditional (sering juga disebut sebagai Conditional Tipe II) yang menggambarkan tentang pengandaian yang tidak nyata atau berimajinasi.Digunakan untuk mengekspresikan situasi yang tidak nyata di masa sekarang atau masa yang akan datang. Tipe ini digunakan untuk mengekspresikan sebuah harapan. Tenses yang digunakan dalam klausa IF adalah Past Simple Tense.
contoh : (3) If I won the lottery, I would buy a new house.

4) Ada juga Conditional yang ke-3 yang sering disebut dengan Conditional Tipe III, digunakan sebagai penyesalan yang terjadi di masa lampau dan zero conditional. Digunakan untuk mengekspresikan sebuah kondisi di masa yang lampau yang tidak mungkin akan terjadi lagi. Sering digunakan untuk mengkritik atau penyesalan. Tenses yang digunakan dalam Klausa IF adalah Past Perfect Tense.
contoh : (4) If I had worked harder,I would have passed my exam

Catatan: Jika klausa “if” diletakkan di awal kalimat, kita harus menggunakan “koma”. Sebaliknya jika klausa “if” berada di belakang, maka tidak perlu ada koma

contoh lain :
(5) If I hadn’t helped you, you would have failed
(6) If it had been sunny, we could have gone out.
(7) I would buy a new car, if I won the competition
(8) I won’t mark your homework, unless you hand it in.
(9) Unless you hand in your homework, I won’t mark it.
(10) Water boils if you heat it to 100 degrees Celsius,


SENTENCE | POLA KALIMAT DALAM BAHASA INGGRIS

Noun yaitu jenis kata yang menunjuk sesuatu atau seseorang

Noun Phrase yaitu noun yang dimodifikasikan atau diterangkan, dijelaskan, diuraikan, dan dibatasi oleh embel-embel (modifiers) yang leataknya ada di depan, di belakang, atau di depan dan di belakang noun.

Pronoun yaitu kata yang digunakan untuk menggatikan nounseperti: I, You, They, He, She, It dan lain-lain.

Gerund yaitu kata benda yang berasal dari kata kerja dalam bentuk Ving.

Gerund Phrase yaitu gerund yang diikuti oleh elemen-elemen complemenentary seperti C, A, atau O.

To infinitive yaitu kata benda yang berasaldari kata kerja.

Adjective yaitu jenis kata yang berfungsi untuk menjelaskan, menerangkan, menggambarkan atau menguraikan noun.

Present participle yaitu bentuk Ving yang berfungsi sebagai non-noun(bukan noun) yaitu sebagai kata sifat (adjective) atau kata keterangan (Adverb)

Past Participle yaitu VIII yang berfungsi sebagai adjective dan atau adverb yang ditandai tidak adanya “auxiliary be” dan “auxiliary have” di depan VIII tersebut.

Verb yaitu suatu jenis kata yang menunjukkan perbuatan, tindakan, kegiatan atau keadaan dari subjek.

Verb phrase yaitu verb yang disusun atas verb utama yang di dahului oleh kata kerja bantu (auxiliary verb).

Pola Kalimat

Dalam bahasa inggris, bentuk kata kerja (verb) dan to be berubah mengikuti perubahan waktu terjadinya peristiwa. Bentuk kata kerja yang menunjuk perubahan waktu ini disebut tenses.

1. POLA KALIMAT I :

S + V + (O) + (A)
S

V


O


Adv

He


studies (verb I)

studied (verb II)

will study

must study

can study

have studied (verb III)

had studied (verb III)


English






at school

last semester

next year

for his future

efficiently

for six years

before it

Dalam bahasa inggris kata kerja (verb) juga mempunyai pola2 tersendiri. Karena itu pola kalimat ini mempunyai beberapa variasi.



a (S) + V + (O) + (Adv)

For example:

1. Read chapter 10.

2. Please give your assignment tomorrow.

3. Do not forget it.

b. S + V + (Adv)

For example:

1. My father works in a foreign company.

2. The guests arrived this morning.

3. He has come to visit you.

4. The poor man died because of hunger.

c. S + V + O + (Adv)

1. he speaks French fluently

2. I can contact him if necessary

3. He could finish the work in spite of his illness.

d. S + V + O + O + (Adv)

1. They told us the secret.

2. My brother bought me a dictionary.

e. S + V + O + preposition + O + (Adv)

1. They told the secret to us.

2. My brother bought a dictionary for me

f. S + V + to infinitive + (O) + ( Adv)

1. The tourist wants to leave now.

2. We forget to have lunch.

g. S + V + gerund + (O) + (Adv)

1. Some students like playing truant.

2. His uncle has stopped smoking.

h. S + V(linking verb) + complement(pelengkap) + (Adv)

1. The boy looks happy this morning.

2. The offer sounds interesting.

3. He remained a teacher.

i. S + V + O + complement (pelengkap) + (Adv)

1. I find statistics difficult

2. They consider you a good student.

j. S + V + O + to infinitive + (Adv)

1.We kindly asked her to come.

2. The committee expect the delegation to arrive soon.

k. S + v = O + infinitive + (O) + (Adv)

1. The dean let them hold the meeting

2. You must make your students think.

l. S + V + O + Ving + (Adv)

1. I saw the children playing in the street.

2. The librarian often catches students stealing the books.

m. S + V + O + VIII + (Adv)

1. We will have the car repainted.

2. The clerk can get the identity card done for you.



2. POLA KALIMAT II :

S + to be + complement + (Adv)

Pola kalimat ini mempunyai variasi:

a. S + to be + Adjective (kt.sifat)

1. Those flowers are beautiful.

2. The passengers of the wrecked ship were hopeless

3. Smoking is not good for health.

4. (You) Be careful

Pada pola TO BE tidak mempunyai arti secara harfiah. Pola ini sering pula diikuti oleh to infinitive.

Contoh:

1. I am pleased to meet you.

2. Statistics is difficult to learn.

b. S + to be + Noun (Kata benda/dibendakan)

1. I am a student.

2. My hobby is reading

3. Its purpose is to get some information.

4. To love is to sacrifice.

Dalam variasi pola ini TO BE bisa diartikan adalah. Sedangkan reading(Ving), to get, to love, dan tosacrifice(to infinitive) dalam hal ini dianggap benda/dibendakan.

c. S + to be + preposition/ Adv

1. All the instruments are in the laboratory

2. The child’s mother is there.

3. The mountaineers are on the right way.

Dalam variasi pola ini TO BE bisa diartikan ada/berada

c. S + to be + Verb ing (sedang)

1. The government is building more vocational schools

2. They were working in the project.

d. S + to be + verb III (pasif: di-/ter-)

1. This bridge is made of concrete

2. Some of the machines are produced in Indonesia.

e. S + to be + to infinitive (harus; direncanakan)

1. You are to leave tomorrow

2. The minister is to arrive this afternoon.

f. S + to be + Noun clause

1. My reason is that your presence is very poor.

2. That is what I am looking for.



3. POLA KALIMAT III :

There + to be + S + (Adv)

Dalam pola seperti ini there bukan berarti di sana, tetapi mempunyai arti ada.

Contoh

1. There is a book on the table.

2. There are some differences between them.

3. There is not much improvement in his study.



4. POLA KALIMAT IV :

It + to be/ Verb(lingking) + complement + S + (Adv)

Pola ini mempunyai kesamaan dengan pola kalimat II.

1. To smoke much is bad It is bad to smoke much.

S V C V C S



2. That he came here is true It is true that he came here

S V C V C S

3. It seems primitive to suggest such an idea.

4. It becomes clear that she is innocent.

It + V + (O) + S + ( Adv)

5. It needs a lot of money to finance your study.

6. It took the party two hours to get to the top of the mountain.

7. It seems that youth expect more but work less.

Senin, 02 Januari 2012

Tugas Etika Bisnis (bab1-3)

BAB I
PENDAHULIAN

Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan

Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu
1. Sistematik
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
2. Korporasi
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
3. Individu
Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.

Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat.
Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.
Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.
Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
• Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
• Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
• Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.




BAB II
PEMBAHASAN
Contoh kasus etika bisnis:

1. Sebuah perusahaan pengembang di Lampung membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah pabrik. Sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada pihak perusahaan kontraktor tersebut. Dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor menyesuaikan spesifikasi bangunan pabrik yang telah dijanjikan. Sehingga bangunan pabrik tersebut tahan lama dan tidak mengalami kerusakan. Dalam kasus ini pihak perusahaan kontraktor telah mematuhi prinsip kejujuran karena telah memenuhi spesifikasi bangunan yang telah mereka musyawarahkan bersama pihak pengembang.
2. Sebuah Yayasan Maju Selalu menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp.500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar,sehingga setelah diterima,mereka harus membayarnya. Kemudian pihak sekolah memberikan informasi ini kepada wali murid bahwa pungutan tersebut digunakan untuk biaya pembuatan seragam sekolah yang akan dipakai oleh semua murid pada setiap hari rabu-kamis. Dalam kasus ini Yayasan dan sekolah dapat dikategorikan mengikuti transparasi.
3. Pada tahun 1990 an, kasus yang masih mudah diingat yaitu Enron. Bahwa Enron adalah perusahaan yang sangat bagus dan pada saat itu perusahaan dapat menikmati booming industri energi dan saat itulah Enron sukses memasok enegrgi ke pangsa pasar yang bergitu besar dan memiliki jaringan yang luar biasa luas. Enron bahkan berhasil menyinergikan jalur transmisi energinya untuk jalur teknologi informasi. Dan data yang ada dari skilus bisnisnya, Enron memiliki profitabilitas yang cukup menggiurkan. Seiring dengan booming indutri energi, akhirnya memosisikan dirinya sebagai energy merchants dan bahkan Enron disebut sebagai ”spark spead” Cerita pada awalnya adalah anggota pasar yang baik, mengikuti peraturan yang ada dipasar dengan sebagaimana mestinya. Pada akhirnya Enron meninggalkan prestasi dan reputasinya baik tersebut, karena melakukan penipuan dan penyesatan.. Sebagai perusahaan Amerika terbesar ke delapan, Enron kemudian kolaps pada tahun 2001.

Beberapa contoh perusahaan melanggar etika bisnis
1. Suatu Perusahaan X yang terletak di Timur Indonesia. Perusahaan X tersebut berdiri sudah sangat lama tapi perusahaan X tidak melihat kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Perusahaan ini hanya mengambil kekayaan alam di Pulau itu. Lihat dari SDM di perusahaan tersebut, hanya beberapa masyarakat asli yang di rekrut. Pendidikan masyarakat di sekitar masih terbelakang. Sarana dan Prasarana yang dibuat hanya untuk kebutuhan perusahaan tersebut. Padahal hasil bumi yang dieroleh sangat banyak untuk keuntungan Perusahaan X tersebut.
2. Produk X yang menggunakan Bahan kimia Pestisida, produk x ini dapat mengakibatkan kanker pada konsumennya. Dalam hal ini Perusahaan tidak memikirkan keselamatan dan kesehatan penggunanya, perusahaan hanya ingin mengambil keuntungan atas penjualan produknya.
3. Perusahaan X yang bebbentuk PT ini merupakan bagian dari BUMN, karena perusahaan ini satu-satunya pemegang hak atas produk atau jasa yang di kelola di negara ini / monopoli. Karena produk atau jasanya hanya dimiliki oleh perusahaan X maka perusahaan ini harus bisa memenuhi kebutuhan setiap warga negaranya. Perusahaan X memang sekarang ini sudah memodernisasi perlengkapannya untuk menunjang kebutuhan masyarakat di negara ini, tapi yang jadi permasalahan apakah semua masyarakat dapat merasakan hasil dari produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan X? Karena hak memonopoli itu sangat melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.
4. Di pulau Jawa terdapat perusahaan X yang telah menenggelamkan hampir seluruh desa dengan pengeborannya. Perusahaan X tidak memiliki etika bisnis, karena hanya mementingkan keuntungan perusahaan saja. Akibatnya Masyarakat harus kehilangan harta dan kehidupan yang layak, belum lagi pembayaran ganti rugi yang dilakukan sangat terlunta-lunta.



BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan referensi-referensi dan contoh diatas. saya sependapat etika bisnis adalah studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah yang harus dipelajari oleh semua perilaku bisnis. karena menurut saya dalam berbisnis sangat penting untuk beretika dan melakukan persaingan yang sehat antar pelaku bisnis. kita dapat melihat di contoh diatas pelaku bisnis yang menggunakan etika dalam berbisnis akan mengikuti transparansi, kejujuran, dan nilai-nilai moral yang baik. sedangkan pada contoh ketiga ialah contoh kasus yang melakukan penipuan dan penyesatan. sangat tidak bagus dan merusak nama dan citra perusahaan.
oleh karena itu, sekali lagi menurut saya Etika Bisnis sangat diperlukan bagi semua pelaku bisnis.
Perusahaan-perusahaan tersebut tidak memiliki etika bisnis yang baik terhadap konsumennya. Tidak adanya moralitas terhadap produk atau jasa, memonopoli produk atau jasa yang tidak bisa dipenuhi, dan hanya mementingkan keuntungan perusahaan saja dari ada masyarakat di sekitar perusahaan dan konsumennya.

Saran :
Sebagai perusahaan yang memiliki konsumen yang banyak sebaiknya gunakan produk yang sesuai dan perhatikan juga dampak dari produk yang digunakan. Sebaiknya sebelum mendirikan perusahaan, perhatikan lingkungan di sekitar perusahaan, baik SDM, Pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Jangan hanya meraup isi buminya tapi lihat juga penduduk sekita.

Limbah Pengolahan Pangan

Limbah Pengolahan Pangan


merupakan limbah yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan pangan. Limbah ini harus dipandang sebagai satu permasalahan serius dalam sanitasi. Penanganan limbah yang tidak memadai dapat menjadi sumber pencemaran yang membahayakan kesehatan. Limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan makanan dapat berupa limbah padat maupun limbah cair.

Limbah padat biasanya berupa bahan sisa yang tidak termanfaatkan dalam pengolahan. Sebagai contoh adalah sisa-sisa bahan nabati yang berupa kulit buah atau sayuran, bagian akar, batang, dan daun. Selain itu dapat pain berupa sisa bahan mentah yang tidak lolos pada tahap penyortiran, baik karena cacat, rusak, maupun kualitas bahannya yang rendah. Limbah padat yang berasal dan bahan hewani biasanya berasal dan sisa penyiangan hasil perikanan, ternak, atau unggas. Jenisnya dapat berupa kulit, sisik, rambut, bulu, darah. bagian jeroan, tulang, dan lain-lain. Limbah padat juga dapat berupa sisa makanan yang lidak habis setelah disajikan.

Limbah cair yang dihasilkan dari pengolahan makanan biasanya berupa air yang telah dikotori untuk berbagai keperluan. Sebagai contoh adalah air bekas pencucian bahan-bahan mentah baik bahan nabati maupun hewani, serta sisa air yang berasal dari pencucian peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan makanan.

Limbah padat dan cair yang dihasilkan selama proses pengolahan makanan umumnya masih cukup banyak mengandung bahan-bahan organik yang dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur, atau oleh serangga dan hewan pengerat. Dengan demikian, kedua jenis limbah ini hams dikelola sedemikian rupa agar tidak menjadi sumber pencemaran bagi makanan yang dihasilkan.